4 Sarana Investasi Terbaik dengan Lebih Besar Mendatangkan Keuntungan
2017-05-27 15:13:58

Investasi

Pengertian Investasi dalam Ensiklopedia Indonesia, Investasi yaitu penanaman modal atau penanaman uang dalam proses produksi dengan membeli gedung-gedung, mesin-mesin, bahan-bahan cadangan, penyelenggaraan uang kas serta perkembangannya. Dalam hal ini cadangan modal barang diperbesar selama tidak ada modal barang yang harus diganti.

Hakikat investasi dalam definisi ini adalah penanaman modal yang dipergunakan untuk proses produksi. Dalam hal ini investasi yang ditanamkan hanya digunakan untuk proses produksi saja. kegiatan investasi dalam realitanya tidak hanya dipergunakan untuk proses produksi, tetapi juga pada kegiatan untuk membangun berbagai sarana dan prasarana yang dapat menunjung kegiatan investasi.

 

Melakukan investasi dalam beberapa instrumen yang berbeda adalah salah satu pilihan tepat yang wajib Anda pertimbangkan. Pembagian risiko terhadap dana yang Anda miliki bisa dilakukan jika Anda tidak menempatkan seluruh dana investasi dalam satu instrumen saja. Hal ini cukup patut untuk Anda cermati. Sebab semakin Anda memahami berbagai instrumen investasi yang ada maka akan semakin baik dan semakin mampu Anda mengelola dana investasi tersebut.

Jangan hanya terpaku pada satu jenis sarana investasi saja. Saat ini ada banyak jenis investasi yang bisa Anda jadikan pilihan. Artinya, Anda memiliki beberapa jenis investasi yang bisa dibandingkan antara satu dan yang lainnya sehingga Anda bisa menemukan jenis instrumen yang paling tepat untuk digunakan. 

  1. Property

Investasi di bidang property menjadi pilihan investasi yang lebih menguntungkan dan aman jika dibandingkan dengan jenis investasi lain. Karna nilai property selalu naik melebihi laju inflasi dan bunga perbankan. Property sangat banyak, termasuk tanah, bangunan atau gedung. Berinvestasi di property, terutama tanah, tidak memerlukan effort tambahan untuk meningkatkan nilai jualnya. Hanya biarkan saja dan waktu akan menaikkan harganya. 

Selama diinvestasikanpun tanah tersebut masih bisa dikaryakan/dikembangkan dengan cara disewakan untuk jangka waktu teretentu sebelum dimanfaatkan. Misalnya rencana akan dijual 3 tahun lagi maka selama kita menunggu jangka waktu dalam rencana, property tanah tersebut bisa disewakan.

Dengan demikian property tersebut bisa menghasilkan, setidaknya property tersebut sanggup membiayai dirinya sendiri untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Sedangkan berinvestasi pada property dalam bentuk rumah, apartemen atau ruko bisa menghasilkan income yang lebih besar jika dibandingkan dengan investasi dalam bentuk tanah. Kenapa demikian ? karena rumah bisa disewakan atau di kontakan sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya yang dikeluarkan untuk merawatnya.

Di Indonesia sendiri dengan rate sewa/kontrakan berkisar antara 3 sampai 10 persen, maka hasil sewanya cukup untuk biaya perawatan dan pajak-pajaknya.

          

Contohnya saya paparkan begini :

Seorang rekan saya membeli sebuah property dalam bentuk bangunan yaitu apartemen, dengan budget seharga 350 Juta Rupiah di daerah Jakarta Selatan, sekarang ini disewakan dengan harga sewa dua juta lima ratus ribu rupiah perbulan, sehingga dalam sehatun dia mendapatkan 30 juta rupiah.

Dengan penghasilan sewa tersebut, bisa dikatakan hasil sewa cukup bagus karena mendekati 10 persen. Dan jika dijual apartemennya sudah mencapai harga 500 Juta Rupiah saat ini. Sungguh menggiurkan bukan hasil yang didapatkan teman saya itu dengan memiliki property (apartemen)

Memang tidak semua apartemen yang menghasilkan nilai sewa seperti perhitungan di atas, diperlukan analisa terhadap pangsa pasar di sekitar lokasi jika kita memutuskan berinvestasi di apartemen. Karena apartemen umumnya digunakan sebagai tempat tinggal kedua di tengah kota untuk kemudahan mobilitas ke tempat beraktifitas.

       2. Emas

Sarana investasi yang benyak digunakan masyarakat luas. Bahkan, sejak zaman dulu emas telah dijadikan sebagai salah satu bentuk investasi yang memiliki risiko rendah dan juga tahan terhadap inflasi. Emas bisa dibeli dalam bentuk batangan, koin, dan perhiasan. Proses mendapatkannya juga terbilang mudah. Itulah mengapa banyak orang memilih emas sebagai sarana investasi.

          

Tidak perlu di ragukan lagi untuk harga atau nilai dari emas, dari tahun ketahun harganya cenderung naik. Saya masih ingat betul, orang tua saya cerita bahwa harga emas sekitar tahun 1980 adalah sekitar Rp. 20.000 per gramnya. Dan tahukah anda bahwa sekarang(pada saat saya menuliskan artikel ini),  harga emas sudah mecapai  Rp. 403.000 per gramnya.  Jadi tidak ada salahnya jika anda mengalokasikan sebagian dana anda untuk berinvestasi di emas.

       3. Saham

Investasi saham adalah pemilikan atau pembelian saham-saham perusahaan oleh suatu perusahaan lain atau perorangan dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan tambahan diluar pendapatan dari usaha pokoknya. Jadi saham merupakan salah satu instrumen pasar modal yang diperbandingkan di lantai bursa efek, yang digunakan bagi perusahaan untuk kelangsungan hidup perusahaan dalam membutuhkan dana dari masyarakat (Subroto, 1986).

          

Dengan membeli saham suatu perusahaan pada dasarnya Anda telah memiliki sebagian hak kepemilikan atas perusahaan tersebut. Semakin banyak saham yang Anda beli maka semakin banyak pula bagian kepemilikan Anda atas perusahaan tersebut. Ketika perusahaan yang sahamnya Anda beli membukukan keuntungan, maka Andapun berhak atas keuntungan tersebut, yang dinyatakan dalam dividen. Kepemilikan saham atas perusahaan biasanya disebut sebagai ekuitas (Hendarto, 2005).

       4. Tabungan

Investasi ini merupakan bentuk simpanan sejumlah dana yang Anda lakukan di bank ataupun lembaga keuangan lainnya.

Menabung di bank menjadi pilihan utama masyarakat saat ini. Berbeda dengan cara menabung pada zaman dahulu, yang cukup menyimpan uangnya di rumah, baik disimpan pada celengan maupun di bawah bantal atau kasur. Pergeseran pola menabung tersebut telah membantu mengembangkan bisnis perbankan. Tabungan menjadi produk yang paling populer di masyarakat, dibandingkan deposito dan giro karena beberapa faktor, antara lain:

1.      Persyaratan yang relatif mudah

2.      Cukup mengisi aplikasi dan melampirkan identitas diri, seperti: KTP, SIM, paspor, atau kartu identitas lainnya

3.      Setoran dana awal tabungan yang relatif kecil

4.      Fasilitas yang ditawarkan bank cukup menarik, seperti: kemudahan transaksi, asuransi dan program berhadiah

            

Namun kelemahan produk tabungan adalah tingkat suku bunga tabungan yang relatif lebih kecil dibandingkan tingkat suku bunga deposito dan giro. Bahkan bagi nasabah yang memiliki saldo terbatas, bunga tabungan yang diperoleh lebih rendah dibandingkan potongan biaya administrasi atau pajak, sehingga saldo nasabah akan terus berkurang akibat beberapa potongan tersebut. 

 

 

P.S/S.G



© 2014 - 2025 G-Land Property